A Little Talk About Life Choice (Short Story)
“ Mint choco . Kamu masih menyukai minuman yang sama.” ujar pria yang duduk di hadapanku sambil tersenyum kecil ketika melihat minuman yang baru saja diletakkan oleh seorang waiter di atas meja kami. “Yah, mau bagaimana lagi. Rasanya sangat enak. Hahaha.” aku tertawa kecil. “Dan kamu masih belum tahu minuman kesukaanku.” ucap pria itu ringan sambil tersenyum lembut ke arahku. Aku tidak tahu harus menjawab apa. “Aku tidak menyangka kita bisa bertemu lagi seperti ini, setelah bertahun-tahun.” Pria itu membuka topik obrolan. Ia mengenakan kemeja lengan Panjang berwarna baby blue , serasi dengan rambut pendeknya yang tertata rapi. Wajahnya belum banyak berubah, masih sama seperti terakhir kali aku melihatnya ketika kami duduk di bangku SMA. Bedanya, kini ia tampak lebih dewasa. Tentu saja, kami sudah memasuki usia kepala tiga saat ini. Waktu benar-benar telah berlalu… “Bagaimana kabarmu?” suaranya membuyarkan lamunanku. Aku buru-buru menjawab “Ya, seperti keajaiban, aku dan kamu...