Hei, lihatlah! Siapa yang tak terpesona oleh rupa seindah itu? Kau begitu membuatku bisu Langkahku tak tergerak meski waktu tak menghentikan detak Senyummu menyihirku Selalu ingin tersenyum kala mengingat rona tampanmu Dulu, senyummu tak istimewa Dulu, hadirmu biasa saja Dulu, kau tak terselip dalam rongga kosong tanpa rasa Kini, kau di sana Kini, kau tertulis dalam lembar asa Kini, ruang itu terisi Memori akan kamu Memori akan senyummu Memori akan tingkahmu Tahukah? Aku mencintaimu Waktu berdetak dengan harap bola beningmu dapat terpantul dalam retina mataku Selalu berharap dapat merekam hadirmu Tahukah? Aku menyukaimu Lebih dari itu… Aku mulai mencintaimu Malang, 12 Desember 2011 Senang dapat melihatmu Begitu bahagia dapat merekam indahmu, sekali lagi Ingin terus begini Hadirmu adalah senyumku Pencipta rona merah jambu