Dan Akhirnya...
Cinta tumbuh dari kebiasaan yang rutin dan biasa. Jadi, bagaimana kalau akhirnya aku mencintaimu? Mencintaimu karena terlalu terbiasa melihatmu, menghirup aroma tubuhmu, mendengarkan suaramu, hingga bahkan aku menjadi hafal akan segala sesuatu tentangmu. Hidup adalah seni dalam memilih. Dan bagaimana jika hatiku mengetuk palunya untuk memantenkan sebuah nama. Ia hanya akan menjaga segala penjuru ruang hingga sela terkecil yang ia punya. Mengisinya hanya dengan satu nama. Namamu. Cinta yang akhirnya membuat hidupmu tak lagi sama. Kini, banyak hal yang tak lagi sama. Hatiku tak lagi sama. Namamu memenuhi semua bilik jiwa dan mengisinya dengan cinta. Sungguh baik takdir memertemukan kita. Aku ingin terus begini, menggenggam setiap sela jemarimu dan kamu selalu duduk di sampingku. Dan ak...