Terpatri
Disana tertindih ribuan lembar suram Menatapnya dengan lirih, miris, tak terbaca oleh hayal Tertutupi akan raga, nyawa tak berdaya Meresapinya dengan diam, memuai asa Ingin itu ada kala masa lalu belum menjumpa, belum merasa Asa datang kembali, membayang jalan, harap kini menjadi nyata Mengucap, kala buram itu menjernih, memutih tanpa bercak hitam Mengungkap dari hati, 3 kata ajaib, tiga kata penantian Hati menari, bernyanyi, bagai mimpi Hati ingin merengkuh hati Raga ingin menggenggam jemari raga, dekat namun tersekat Karena raga mungkin masih sendiri, namun hati telah terpatri Raga masih sendiri, namun nyawa telah mencinta meski abu – abu yang terwarna, keruh dan tak pasti untuk diurai cerita pada raga yang kini mengungkap padaku Hati telah terpatri hati lain, bukan hati yang kini kembali menebar asa Hati sulit menjelaskan tentang kesendirian yang terikat Terikat namun sendiri Sendiri namun terikat Asa itu mendekat dan kian mendekat Namun bagima...