Hey.. Kamu

Jadi, tema tulisanku malam ini adalah tentang belahan jiwaku. Sosok yang telah dituliskan takdir untuk memilikiku suatu saat nanti. Seorang pria yang tercipta khusus untukku. Sebuah nama yang akan terpahat abadi dihatiku. Seseorang yang cintanya akan terbingkai dan terjaga indah di relungku. Siapapun kamu, aku percaya bahwa aku akan sangat mencintaimu.

Hey… kamu. Siapapun kamu, membayangkan akan bertemu kamu saja sudah membuatku bahagia. Apalagi nanti, saat takdir mempertemukan kita dan akhirnya kita bisa saling memiliki satu sama lainnya. Hidupku pasti akan terasa sempurna.

Hey kamu… Siapapun kamu, aku mencintaimu, membutuhkan kamu, merindukan kamu. Aku yakin, saat takdir mrmpertemukan kita nanti, rasaku akan sedalam itu padamu. Akan tercipta ribuan puisi cinta yang tertulis untukmu. Khusus dariku.

Hey kamu… Nanti, saat kita sudah berpacaran, kau akan memanggiku apa? Aku bakal buat panggilan sayang apa ya ke kamu? Aku tak sabar ingin bertemu kamu. Aku tak sabar ingin menghabiskan waktuku denganmu. Hanya denganmu.

Hey… Kamu. Meskipun kamu bukan yang pertama, tetapi yang membuatmu lebih istimewa adalah karena kau yang terakhir di hidupku. Siapapun kamu, aku ingin bertemu. Segera.

Hey… Kamu. Kira - kira namamu siapa ya? Bagaimana rupamu? Bagaimana caraku bertemu denganmu? Bagaimana aku akhirnya bisa mencintaimu? Apakah cinta abadi kita akan bermula dari sebuah persahabatan? Apakah cinta abadi kita bermula dari cinta yang tak tersadari? Aku tak sabar ingin bertemu. Aku tak sabar ingin segera mencintaimu dengan sepenuh hatiku. Siapapun kamu, aku menunggumu.

Hey… Kamu. Siapapun kamu yang telah dituliskan takdir untukku, aku harap waktu akan segera mempertemukan kita. Aku sungguh membutuhkan hadirmu kini untuk mengisi kekosongan dan sepiku. Aku yakin siapapun dan dimanapun kamu, kau adalah yang terbaik untukku. Seseorang yang akan menjadi pemilik tetap hatiku. Selamanya.


16 Juni 2011, 20:54

Komentar