Postingan

Sang Pelangi (Short Story)

Gambar
Hanya mendung yang menggelayut, teman sejati gadis itu saat ini. Bulir – bulir bening yang senantiasa terjun dari angkasa tak mampu membasahi jiwa rapuhnya untuk sekedar berteduh., melindungi raganya yang telah sempurna basahnya untuk berlindung dari amuk petir. Gadis itu terus saja berdiri, mematung ditengah taman itu. Bersatu dengan kelam nuansa yang tercipta dari hujan hari ini. Kelam yang penuh dengan aura hitam, sebuah aura yang menggambarkan kisah luka inipun tak mampu menandingi kelam jiwa yang meliputinya. Mendung dari rasa sakit yang senantiasa memayungi setiap langkahnya, menyempurnakan rapuh dari relung – relung hatinya. Tuhan…. betapa menyedihkannya gadis itu. Gadis itu, Naya, terus saja mencampurkan bola – bola bening yang merembes dari dua mata beningnya untuk menyatu bersama tetes – tets air langit. Ya, ini adalah aktivitas rutin yang selalu dijalaninya. Selalu berlari keluar dari rumahnya kala hujan tiba. Petir dan angin selalu ...

Tak Terjamah

Tak terjamah akan rasa Terlalu sempurna tenggelam didasar sana Tak terlihat, tertutupi oleh raga Disana masih sama Terpendam dengan nyata Indah, terlalu sempurna untuk bercerita Asa yang terus menjelma menjadi rasa yang terus sama Tersampaikan dalam diam yang meraja Mungkin itu ketulusan Sesuatu yang klise, terlalu menguap menjadi embun ketakutan Kepengecutan… Ini aku dalam wujud kata Tentang rasa Tentang jiwaku Ini jujur yang ada didalam sana Dihatiku Ini…. Cinta Dan aku…. Mencintaimu 11 April 2011, 15:45

MENANTI KESEMUAN (Short Story)

Aku berjalan menyusuri jalan setapak ini hingga setengah jam berlalu tanpa kusadari. Air mata ini terus saja melunjur tanpa bisa aku hentikan. mereka laksana berteriak padaku. Mengingatkanku akan hal bodoh yang telah aku lalui. Aku, seorang Arini Syilani menangisi seorang Albert Saputra yang telah memiliki seorang wanita yang sangat dia cintai. Namun apa yang bisa aku lakukan?. Segala upyaku tak mampu meruntuhkan benteng cintanya pada Aprilia Wijaya, kekasih hatinya itu. Namun, sungguh, aku tak bisa menutupi kesedihanku saat melihatnya menangis seperti itu. Hari ini Aprilia meninggal setelah koma selama 3 hari dirumah sakit. Dan Albert, tak henti - hentinya meraungi kepergian April. Aku ingin mati saja melihat kesedihannya itu. ***** "Albert..." Aku mendudukkan diriku disamping Albert yang sejak tadi melamun di tempat duduknya dengan mata sembab. Dia acuh - tak acuh padaku. "Gue turut berduka cita ya!" Albert menatapku tajam. Aku sangat takut melihat ekspresinya itu...